Pencarian

RadarIndoMedia TV YouTube

PLN Bangkitkan Sagu Meranti, Komoditas Lokal Didorong Naik Kelas

Kamis, 18 Juni 2026 • 10:26:07 WIB
PLN Bangkitkan Sagu Meranti, Komoditas Lokal Didorong Naik Kelas

SELATPANJANG – Sagu selama ini identik dengan pangan tradisional masyarakat Kepulauan Meranti. Namun di tangan yang tepat, komoditas lokal ini dinilai memiliki potensi besar menjadi produk unggulan bernilai ekonomi tinggi. Melihat peluang tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli mendorong pengembangan produk berbasis sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Program tersebut tidak hanya berfokus pada pengolahan bahan baku, tetapi juga memberikan pendampingan kepada kelompok masyarakat dan pelaku usaha lokal. Pendampingan meliputi peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, inovasi pengolahan, hingga strategi pemasaran agar produk sagu Meranti mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Asisten Manager Komunikasi dan TJSL PLN UIP Sumbagteng, Muhammad Jamil, mengatakan pihaknya ingin mendorong masyarakat agar tidak sekadar menjual sagu dalam bentuk mentah. Menurutnya, nilai ekonomi yang lebih besar dapat diperoleh melalui produk olahan yang inovatif dan berorientasi pasar.

Kepulauan Meranti sendiri dikenal sebagai salah satu sentra sagu terbesar di Indonesia. Potensi sagu nasional juga sangat besar karena Indonesia menyimpan sebagian besar cadangan sagu dunia yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk pangan dan industri bernilai tinggi.

General Manager PLN UIP Sumbagteng, Achmadi Abbas, menegaskan bahwa PLN tidak hanya berperan menyediakan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Pengembangan sagu dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

Bagi Kepulauan Meranti, sagu bukan sekadar tanaman warisan leluhur. Di tengah isu ketahanan pangan dan diversifikasi ekonomi, sagu berpeluang menjadi komoditas strategis yang mampu membuka lapangan usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, hingga mengangkat nama daerah ke pasar nasional bahkan internasional.

Kini tantangannya bukan lagi soal ada atau tidaknya potensi. Potensi itu sudah ada dan melimpah. Yang dibutuhkan adalah keberanian mengolah, berinovasi, dan membangun pasar. Jika itu berhasil dilakukan, sagu Meranti tidak lagi hanya dikenal sebagai makanan tradisional, tetapi dapat naik kelas menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Diolah dari berbagai sumber dan ditulis ulang oleh Tim Redaksi RadarIndoMedia.com.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks