Pencarian

RadarIndoMedia TV YouTube

Bahlil Minta Izin Panggil Prabowo “Kakanda”, Candaan yang Langsung Bikin Ruangan Pecah

Rabu, 10 Juni 2026 • 15:46:37 WIB
Bahlil Minta Izin Panggil Prabowo “Kakanda”, Candaan yang Langsung Bikin Ruangan Pecah

LAMPUNG – Suasana serius dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mendadak berubah cair. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Dewan Kehormatan HIPMI, Bahlil Lahadalia, melontarkan candaan yang langsung mengundang gelak tawa peserta dan tamu undangan.

Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Bahlil meminta izin untuk memanggil orang nomor satu di Indonesia itu dengan sebutan “Kakanda”.

Awalnya, Bahlil menyapa sejumlah tokoh yang hadir dalam acara tersebut. Saat menyebut Ketua MPR Ahmad Muzani, ia menggunakan panggilan “kanda” yang menurutnya merupakan tradisi yang tumbuh dan berkembang di lingkungan HIPMI.

Dari situlah candaan dimulai.

Bahlil mengatakan budaya panggilan “kanda-dinda” sudah lama menjadi bagian dari hubungan kekeluargaan di HIPMI. Karena itu, ia mengusulkan agar tradisi tersebut juga berlaku untuk Presiden Prabowo. Ia pun meminta izin secara terbuka di depan ribuan peserta Munas.

“Kalau Bapak berkenan, kami ingin memanggil Kakanda Presiden Prabowo Subianto,” kata Bahlil yang langsung disambut tepuk tangan peserta.

Tak berhenti sampai di situ.

Politikus Golkar tersebut kemudian melempar kalimat yang membuat suasana semakin riuh.

“Biar lebih dekat, Pak, supaya olahannya cepat masuk,” ujarnya yang langsung memancing tawa dan tepuk tangan panjang dari para peserta HIPMI.

Kalimat itu memang terdengar sederhana. Namun di dunia organisasi pengusaha, maknanya cukup mudah dipahami. Semakin dekat komunikasi dengan pengambil kebijakan, semakin cepat pula aspirasi, gagasan, dan usulan yang disampaikan mendapat perhatian.

Candaan tersebut sekaligus menggambarkan karakter Bahlil yang dikenal dekat dengan lingkungan HIPMI. Sebelum menjadi menteri dan ketua umum partai politik, Bahlil merupakan mantan Ketua Umum HIPMI periode 2015–2019. Organisasi itu pula yang ikut membesarkan namanya sebelum masuk ke lingkaran pemerintahan nasional.

Karena itu, kehadiran Bahlil di Munas HIPMI bukan sekadar sebagai pejabat negara. Ia datang sebagai bagian dari keluarga besar organisasi yang pernah dipimpinnya.

Di sisi lain, momen tersebut menunjukkan bagaimana hubungan antara pemerintah dan kalangan pengusaha muda terus dibangun melalui komunikasi yang cair dan tidak selalu formal. Dalam forum yang dihadiri Presiden Prabowo, candaan Bahlil menjadi selingan yang mencairkan suasana di tengah berbagai pembahasan serius mengenai investasi, ekonomi, dan masa depan dunia usaha nasional.

Namun di balik tawa yang pecah di ruang sidang, tersimpan pesan yang cukup jelas. Kalangan pengusaha muda berharap akses komunikasi dengan pemerintah tetap terbuka. Mereka ingin gagasan dan aspirasi dunia usaha dapat diterima dengan cepat, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Bagi Bahlil, mungkin itu hanya gurauan.

Tetapi dalam politik dan dunia usaha, sebuah candaan sering kali lahir dari realitas yang dipahami bersama.

Sebab di negeri ini, tidak sedikit persoalan yang bisa selesai lebih cepat ketika komunikasi berjalan lebih dekat.

Dan di forum HIPMI kali ini, kedekatan itu diberi nama baru: “Kakanda Presiden”.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks