SPMB BERMASALAH, DPRD INHIL PANGGIL DISDIK DAN DISKOMINFO

Penulis: Redaksi
Selasa, 16 Juni 2026 | 16:45:04 WIB

Tembilahan – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menuai sorotan. Berbagai keluhan masyarakat terkait gangguan sistem pendaftaran berbasis daring membuat DPRD Inhil turun tangan dengan memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfo).

Langkah tersebut diambil setelah banyak orang tua dan calon peserta didik mengaku mengalami kesulitan saat mengakses sistem pendaftaran. Mulai dari laman yang sulit dibuka, proses verifikasi yang lambat, hingga kendala teknis lainnya, menjadi keluhan yang ramai diperbincangkan.

Bagi DPRD, persoalan ini tidak bisa dipandang sebagai gangguan teknis semata. Sebab, di balik layar komputer yang bermasalah, ada ribuan siswa yang sedang memperebutkan kesempatan mengenyam pendidikan di sekolah pilihannya.

Ketua dan anggota DPRD Inhil meminta Disdik serta Diskominfo memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab gangguan tersebut, sekaligus memastikan langkah-langkah perbaikan segera dilakukan. Evaluasi menyeluruh dianggap penting agar proses penerimaan siswa baru berlangsung adil, transparan, dan tidak merugikan masyarakat.

Ironisnya, sebelum pelaksanaan SPMB dimulai, pemerintah daerah sebenarnya telah melakukan berbagai persiapan. Antisipasi terhadap potensi gangguan server, jaringan internet, hingga kemungkinan gangguan listrik disebut sudah masuk dalam pembahasan lintas organisasi perangkat daerah.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kesiapan digital tidak hanya diukur dari tersedianya aplikasi dan server. Kecepatan respons, kapasitas sistem, hingga pendampingan kepada masyarakat juga menjadi faktor penentu keberhasilan pelaksanaan SPMB.

Masalah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa transformasi layanan pendidikan berbasis digital masih menyisakan pekerjaan rumah yang besar. Jangan sampai modernisasi sistem justru menjadi penghalang bagi masyarakat untuk mendapatkan hak pendidikan.

Sebab, bagi orang tua dan siswa, yang mereka butuhkan bukan sekadar aplikasi canggih, melainkan kepastian bahwa proses penerimaan berjalan lancar dan memberi kesempatan yang sama bagi semua anak.

Diolah dari berbagai sumber dan ditulis ulang oleh Tim Redaksi RadarIndoMedia.com.

Reporter: Redaksi