JAKARTA – Pusaran dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah diusut Kejaksaan Agung terus melebar dan menyeret nama sejumlah pihak. Namun, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria dengan tegas membantah keterlibatan dirinya dalam perkara tersebut. Ia bahkan memastikan tidak memiliki satu pun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Riza menegaskan peran Kementerian Desa dan PDT dalam program MBG hanya bersifat koordinatif dan pemberdayaan. Kemendes bertugas memastikan desa-desa dapat berpartisipasi dalam rantai pasok pangan guna mendukung program nasional tersebut, bukan mengelola dapur, menunjuk pihak tertentu, atau terlibat dalam proses pengadaan.

Menurutnya, tujuan besar MBG bukan semata soal pemenuhan gizi dan penurunan angka stunting. Program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu juga diharapkan mampu meningkatkan konsentrasi belajar siswa, memperbaiki kehadiran peserta didik di sekolah, sekaligus menggerakkan perekonomian desa melalui pemberdayaan masyarakat dan rantai pasok pangan lokal.

Pernyataan Riza muncul di tengah meningkatnya spekulasi publik menyusul pengusutan kasus dugaan korupsi tata kelola MBG. Sejumlah pejabat dan tokoh publik belakangan juga ramai membantah isu kepemilikan dapur SPPG maupun keterlibatan dalam pengelolaan program tersebut.

Kasus MBG sendiri kini menjadi sorotan nasional. Sebab, program yang digadang-gadang sebagai instrumen perbaikan kualitas gizi dan pembangunan sumber daya manusia itu justru dibayangi dugaan penyimpangan tata kelola. Di tengah proses hukum yang masih berjalan, berbagai klarifikasi dari para pihak pun bermunculan untuk membantah keterkaitan mereka dengan perkara tersebut.

Bagi pemerintah, MBG adalah investasi masa depan generasi bangsa. Namun, di tengah penyelidikan dugaan korupsi, satu pesan publik tetap sama: program sebesar apa pun tidak boleh kehilangan kepercayaan masyarakat akibat tata kelola yang bermasalah.

Diolah dari berbagai sumber dan ditulis ulang oleh Tim Redaksi RadarIndoMedia.com.

Reporter: Redaksi