Pencarian

RadarIndoMedia TV YouTube

Ganjar ke BEM Bersatu: Kritik Jangan Dijawab dengan Label, Tapi dengan Data

Rabu, 17 Juni 2026 • 12:16:23 WIB
Ganjar ke BEM Bersatu: Kritik Jangan Dijawab dengan Label, Tapi dengan Data

JAKARTA – Polemik antara Aliansi BEM Bersatu dan eks Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, terus memanas. Di tengah tudingan adanya kedekatan Tiyo dengan jaringan politik tertentu, Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo justru mengingatkan agar kritik tidak dibalas dengan pelabelan politik, melainkan dijawab dengan data dan kebijakan yang nyata.

Ganjar menilai mengaitkan seorang aktivis atau kelompok kritis dengan kubu politik tertentu berpotensi mengaburkan substansi persoalan yang sedang dipersoalkan publik. Menurutnya, esensi demokrasi terletak pada kebebasan warga untuk menyampaikan kritik tanpa harus dicurigai memiliki agenda politik tertentu.

"Kalau ada kritik, jawab dengan data. Kalau ada masukan, respons dengan kebijakan," kata Ganjar menanggapi polemik tersebut. Ia menegaskan bahwa validitas sebuah kritik seharusnya diukur dari fakta yang disampaikan, bukan dari siapa yang menyampaikan kritik itu.

Sebelumnya, Aliansi BEM Bersatu menyoroti dugaan kedekatan Tiyo Ardianto dengan sejumlah tokoh yang dikaitkan dengan tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024. Tudingan itu didasarkan pada penggunaan kendaraan tertentu serta kehadiran Tiyo dalam sejumlah forum diskusi yang dihadiri beberapa tokoh oposisi.

BEM Bersatu bahkan meminta agar gerakan mahasiswa steril dari pendanaan, fasilitas, dan intervensi politik praktis. Mereka juga menegaskan bahwa gerakan mahasiswa harus tetap menjadi suara rakyat dan tidak menjadi alat perebutan kekuasaan.

Di sisi lain, pernyataan Ganjar menjadi pengingat bahwa dalam demokrasi, perbedaan pendapat dan kritik terhadap pemerintah merupakan hak konstitusional yang harus dijaga. Sebab, ketika kritik mulai dinilai berdasarkan identitas atau afiliasi pihak yang menyampaikannya, ruang demokrasi berpotensi bergeser dari perdebatan gagasan menjadi pertarungan label politik.

Perdebatan ini pun menyisakan pertanyaan besar: apakah kritik publik akan dijawab dengan argumentasi dan data, atau justru tenggelam dalam saling curiga dan tudingan afiliasi politik? Di situlah kualitas demokrasi sedang diuji.

Diolah dari berbagai sumber dan ditulis ulang oleh Tim Redaksi RadarIndoMedia.com.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks