EROPA – Paris Saint-Germain (PSG) kembali menegaskan statusnya sebagai raja baru sepak bola Eropa. Dalam laga final Liga Champions 2025/2026 yang berlangsung dramatis di Puskas Arena, Budapest, Les Parisiens sukses mempertahankan mahkota juara usai menumbangkan Arsenal lewat drama adu penalti dengan skor 4-3 setelah bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu.
Pertandingan berjalan dalam tensi tinggi sejak menit awal. Arsenal tampil mengejutkan dengan gol cepat Kai Havertz pada menit ke-6 yang membuat ribuan pendukung The Gunners bermimpi mengangkat trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub. Gol tersebut membuat pasukan Mikel Arteta tampil percaya diri dan mampu meredam agresivitas PSG sepanjang babak pertama.
Namun PSG menunjukkan mental juara yang sesungguhnya. Tim asuhan Luis Enrique perlahan bangkit dan mulai mendominasi jalannya pertandingan. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil setelah Ousmane Dembele sukses mengeksekusi penalti pada pertengahan babak kedua dan mengubah skor menjadi 1-1. Gol tersebut menjadi titik balik yang menghidupkan kembali asa juara wakil Prancis itu.
Laga kemudian berubah menjadi pertarungan mental dan fisik. Kedua tim saling menyerang sepanjang sisa waktu normal hingga babak extra time, namun tidak ada gol tambahan yang tercipta. Ketegangan semakin memuncak ketika pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam momen yang menentukan nasib dua raksasa Eropa tersebut, PSG tampil lebih tenang. Arsenal justru dihantam mimpi buruk setelah dua eksekutornya gagal menjalankan tugas dengan sempurna. Gabriel Magalhaes menjadi sosok yang paling disorot setelah tendangan penaltinya melambung dan memastikan kemenangan PSG. Skor akhir adu penalti 4-3 membuat pesta besar pecah di kubu Les Parisiens.
Kemenangan ini bukan sekadar gelar biasa. PSG resmi mencatat sejarah dengan mempertahankan trofi Liga Champions dua musim beruntun, sesuatu yang terakhir kali dilakukan Real Madrid pada periode 2016 hingga 2018. Prestasi tersebut semakin memperkuat dominasi PSG di pentas Eropa dan menjadi bukti keberhasilan proyek besar yang dibangun klub dalam beberapa tahun terakhir.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi luka mendalam bagi Arsenal. Setelah tampil luar biasa sepanjang musim dan berhasil menjuarai Liga Inggris, impian mereka untuk meraih trofi Liga Champions pertama harus kembali tertunda. The Gunners harus menerima kenyataan pahit setelah hanya berjarak satu tendangan dari sejarah besar yang mereka kejar selama puluhan tahun.
Malam di Budapest akhirnya menjadi milik PSG. Saat pemain Arsenal terdiam menahan kecewa, para pemain Les Parisiens merayakan kemenangan bersejarah yang menempatkan mereka di jajaran elite sepak bola Eropa. Dari tim yang dulu kerap dicap gagal di Liga Champions, PSG kini menjelma menjadi kekuatan baru yang sukses menaklukkan benua biru dua musim berturut-turut.
Diambil dari beberapa sumber dan diolah Tim Redaksi Radar Indo Media.